Kamis, 30 Agustus 2012

PRAKERIN BUDIDAYA TANAMAN KARET



                                               BAB I                                                                                                     
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
              Setiap siswa lulusan SMK dituntut untuk mempunyai suatu keahlian dan siap kerja karena lulusan SMK biasanya belum diakui oleh pihak dunia usaha/industri. Oleh karena itu diadakan suatu program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yaitu dengan melaksanakan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) agar setiap siswa lulusan SMK mempunyai suatu pengalaman dalam dunia usaha sebelum memasuki dunia usaha tersebut secara nyata setelah lulus sekolah.
   Sesuai dengan hasil pengalaman dan penelitian Direktorat pendidikan menengah kejuruan, pola penyelenggaraan di SMK belum menghasilkan tamatan sebagai mana yang diharapkan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi pembelajaran yang belum kondusif menghasilkan tenaga kerja yang profesional, karena keahlian profesional seseorang tidak semata-mata diukur oleh penguasa unsur pengetahuan dan teknik bekerja, tetapi harus dilengkapi dengan penguasaan kiat (arts) bekerja baik.
B.       Tujuan
           Tujuan dilaksanakannya Prakerin adalah sebagai berikut :
1.      Untuk menghasilkan tamatan atau tenaga kerja profesional
2.      Sebagai tahap untuk persyaratan dalam mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN)
3.      Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, keahlian serta pengalaman kerja bagi siswa
4.      Untuk mengenal lebih dalam dunia kerja yang sesungguhnya
5.      Meningkatkan efisiensi dalam proses pendidikan
C.    Waktu Pelaksanaan
       Praktik Kerja ini  dilaksanakan dari tanggal 7 Mei 2012 sampai 30 Agustus 2012. Tempat pelaksanaan Praktik Kerja adalah CV. Sumber Hidup Sejahtera Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.
BAB II
GAMBARAN UMUM TEMPAT PRAKERIN

A.    Sejarah Singkat Tempat Prakerin
      CV. SUMBER HIDUP SEJAHTERA berdiri pada tahun 2005, dengan direktur H. Maksum dan manager produksi/pemasaran Adi. Bidang usaha yang dijalankan pada saat itu ialah perkebunan karet tanaman hortikultural, sarana produksi pertanian, perkebunan dan kehutanan. Dengan titik berat usaha yang dilaksanakan juga ialah penyediaan sarana produksi pertanian.
          Pada tahun 2007 baru fokus bergerak di bidang usaha yaitu pembibitan bibit karet dan perkebunan pohon karet produksi serta kelapa sawit dengan masing-masing luas areal yaitu :
1.      Perkebunan pohon karet produksi 27 Hektar.
2.      Perkebunan kelapa sawit 35 Hektar.
Sampai saat ini produksi bibit karet sekitar 60.000 pertahunnya, sedangkan penjualan berkisar 300.000-800.000 bibit pertahunnya. CV.SUMBER HIDUP SEJAHTERA ialah usaha yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

B.     Visi dan Misi Perusahaan
   1.Kita ingin menjadikan usaha yang memberikan layanan dan mutu bagi pertanian      2. Dapat bermanfaat bagi masyarakat                                                                                            3. Menciptakan lapangan pekerjaan









C.      Struktur Organisasi Perusahaan
       Gambar 1.                                                                                                          

STRUKTUR ORGANISASI CV. SUMBER HIDUP SEJAHTERA


DIREKTUR
H.MAKSUM
MANAGER ADMINISTRASI/
KEUANGAN
HATIMAH, S.E
MANAGER PRODUKSI DAN
PEMASARAN


PENGAWAS/KEPALA KEAMANAN
JAHRANI

 















D.      Bidang Usaha Yang Dilakukan
Bidang usaha yang dilakukan oleh CV. SUMBER HIDUP SEJAHTERA adalah pembibitan dan perkebunan Karet.
E.     Lokasi     
CV. SUMBER HIDUP SEJAHTERA berlokasi di Desa Sungai Pinang
RT 03 RW 02 Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan
                                                               BAB III

BUDIDAYA TANAMAN KARET

A. Tujuan
Tujuan utama pasaran karet (hevea brasiliensis) ndonesia adalah ekspor. Di pasaran internasional (perdagangan bebas) produk karet Indonesia menghadapi persaingan ketat. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi, dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).
B. Syarat Pertumbuhan                                                                                                         1. Suhu udara 240C – 280C.
2. Curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun.
3. Penyinaran matahari antara 5-7 jam/hari.
4. Kelembaban tinggi
5. Kondisi tanah subur, dapat meneruskan air dan tidak berpadas
6. Tanah ber-pH 5-6 (batas toleransi 3-8).
7. Ketinggian lahan 200 m dpl.
C. Pedoman Teknis Budidaya
     1. Pembibitan                                                                                                      
 a. Persemaian Bibit                                                                                                                         1. Tanah dicangkul sedalam 60-75 cm, lalu dihaluskan dan diratakan.
2. Penyiraman dilakukan secara teratur
3. Pemupukan
      b. Pembuatan Kebun Entres                                                                                      1.  Cara penanaman dan pemeliharaan seperti menanam bibit okulasi.
2.  Bibit yang digunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.
3.  Jarak tanam 1,0 m x 1,0 m.
4.  Pemupukan
   c. Okulasi
          Ada 2 macam okulasi: Okulasi coklat dan okulasi hijau.
Keterangan
Okulasi Coklat
Okulasi Hijau
Umur batang bawah
                 9-18 bulan
3-8 bulan
Diameter batang 10 cm dari tanah
+ 2 cm
1 – 1,5 cm
Kayu okulasi
Dari kebun entres, warna hijau tua dan coklat, diameter 1,5 – 3 cm.
Dari kebun entres umur 1-3 bulan, warna masih hijau atau telah terbentuk 1-2 payung.
2. Pengolahan Media Tanam
Tanah dibongkar dengan cangkul / traktor, dan bersihkan dari sisa akar Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan > 10 derajat. Lebar teras minimal 1,5 dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.Pembuatan rorak (kotak kayu panjang) pada tanah landai.
Rorak berguna menampung tanah yang tererosi. Jika sudah penuh isi rorak dituangkan ke areal di sebelah atas rorak.Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan diperkeras.
  3. Teknik Penanaman
a. Penentuan Pola Tanaman                                                                                        0-3 th tumpangsari dengan padi gogo, jagung, kedele
> 3 th tumpangsari dengan jahe atau kapulogo                                         
b. Pembuatan Lubang Tanam                                                                                             Jarak tanam 7 x 3 m (476 bibit/ha) Lubang tanam :
  1.  okulasi stump mini 60 x 60 x 60 cm
  2. okulasi stump tinggi 80 x 80 x 80 cm
     c. Cara Penanaman
1   Masukkan bibit dan plastiknya dalam lubang tanah dan biarkan 2-3      minggu.Buka kantong plastik, tebarkan NATURAL GLIO yang telah     dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu dan segera timbun  dengan tanah galian 
2    Siramkan POC NASA yang telah dicampur air secara merata tutup perpohon). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Caranya : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.
4. Pemeliharaan Tanaman
a. Penyulaman
Dilakukan saat tanaman berumur 1-2 tahun.










b. Pemupukan
UMUR
( bulan )
Dosis pupuk Makro (per ha)
Urea
( kg )
Rock Phospat/
( kg )
MOP/ KCl
( kg )
Kieserite
(MgSO4)
( kg )
0
0
150
0
0
3
60
115
40
40
8
60
115
40
40
12
75
135
50
40
18
75
135
50
40
24
115
300
115
75
36
210
300
115
75
48
235
300
115
75
dst
sebaiknya dilakukan analisa tanah

Dosis POC NASA mulai awal tanam :
0 – 36
2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 4 – 5 bulan sekali
> 36
3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 3 – 4 bulan sekali
Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA :
  1. Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4 tutup/ pohon
    1. Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis 3-4 tutup/ pohon
Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 300 tanaman. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3.3.3.)

5. Hama dan Penyakit
    1. Hama                                                                                                                                         a. Kutu tanaman (Planococcus citri)
Gejala: merusak tanaman dengan mengisap cairan dari pucuk batang dan daun muda. Bagian tanaman yang diisap menjadi kuning dan kering. Pengendalian: Menggunakan BVR atau Pestona.
b. Tungau (Hemitarsonemus , Paratetranychus)
Gejala; mengisap cairan daun muda, daun tua, pucuk, sehingga tidak normal dan kerdil, daun berguguran. Pengendalian: Menggunakan BVR atau Pestona
    2. Penyakit                                                                                                               Penyakit yang menyerang bagian akar, batang, daun dan bidang sadap, sebagian besar disebabkan oleh jamur.
6. Panen
Penyadapan pada umur + 5 tahun, dan dapat dilakukan selama 25-35 tahun.
Pemakaian POC NASA, HORMONIK dan SUPERNASA secara teratur akan mempercepat waktu penyadapan pertama kali dan memperlama usia produksi tanaman.








BAB IV                                                                                                           PEMBAHASAN BUDIDAYA KARET
A.    Persiapan Tanam dan Penanaman
Dalam pelaksanaan penanaman tanaman karet diperlukan berbagai langkah yang dilakukan secara sistematis mulai dari pembukaan lahan sampai dengan penanama, yang terdiri dari:
1.      Pembukaan lahan (Land Clearing) untuk Cara Budidaya Karet
Lahan tempat tumbuh tanaman karet harus bersih dari sisa-sisa tumbuhan hasil tebas tebang, sehingga jadwal pembukaan lahan harus disesuaikan dengan jadwal penanaman. Kegiatan pembukaan lahan ini meliputi :                                                                                                             (a) pembabatan semak belukar,                                                                   (b) penebangan pohon,                                                                                 (c) perecanaan dan pemangkasan,                                                               (d) pendongkelan akar kayu,                                                                                             (e) penumpukan dan pembersihan. Seiring dengan pembukaan lahan ini dilakukan penataan lahan dalam blok-blok, penataan jalan-jalan kebun, dan penataan saluran drainase dalam perkebunan.
2.      Dalam mempersiapkan lahan intik Cara Budidaya Karet juga diperlukan
pelaksanaan berbagai kegiatan yang secara sistematis dapat menjamin kualitas lahan yang sesuai dengan persyaratan. Beberapa diantara langkah tersebut antara lain :





B.     Pemberantasan Alang-alang dan Gulma lainnya.
Pada lahan yang telah selesai tebas tebang dan lahan lain yang mempunyai vegetasi alang-alang, dilakukan pemberantasan alang-alang dengan menggunakan bahan kimia antara lain Round up, Scoup, Dowpon atau Dalapon. Kegiatan ini kemudian diikuti dengan pemberantasan gulma lainnya, baik secara kimia maupun secara mekanis. Pengolahan Tanah Dengan tujuan efisiensi biaya, pengolahan lahan untuk pertanaman karet dapat dilaksanakan dengan sistem minimum tillage, yakni dengan membuat larikan antara barisan satu meter dengan cara mencangkul selebar 20 cm. Namun demikian pengolahan tanah secara mekanis untuk lahan tertentu dapat dipertimbangkan dengan tetap menjaga kelestarian dan kesuburan tanah.






.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar