Senin, 20 Februari 2012

MAKALAH BIMBINGAN KONSELING


KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang mendalam kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, hanya karena nikmat dan hidayahNya pula kami dapat menyusun makalah bimbingan dan konseling
Makalah ini disusun bertujuan untuk pedoman atau arah dalam pelaksanaan layanan bimbingan konseling di sekolah.
Jika ada perbedaan dalam hal format ataupun susunannya, makalah yang disusun saat ini. Guna  untuk mengetehui kebermanfaatan makalah  ini diperlukan suatu evaluasi. Evaluasi dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. Evaluasi eksternal diperlukan dari teman sejawat, baik melalui instrumen maupun melalui sumbang saran dari para pembaca atau pengguna makalah  ini.. Untuk itu kritik, saran  maupun arahan  sangat diharapkan dari semua fihak, khususnya  yang pihak-pihak yang kompeten guna peningkatan dan penyempurnaan program.
Ucapan terima kasih kami aturkan kepada semua pihak, terutama kepada bapa dosen yang telah memberikan arahan dan pembinaan dalam penyusunan makalah ini. Harapan semoga dapat dilaksanakan, dan dapat membantu peserta didik dalam mencapai perkembangan yang optimal.


Kapuas         Oktober 2011


Penulis   


DAFTAR ISI

Halaman judul
KATA PENGANTAR……………………………………………………...............                        i
DAFTAR ISI………………………………………………………………..............                        ii
BAB I. PENDEHULUAN……………………………………………….................                       1
A.    Pengertian Bimbingan...............................................................                1
B.     Pengertian Konseling.................................................................               1
BAB  II. PEMBAHASAN BIMBINGAN DAN KONSELING............................             2
A.    Hubungan bimbingan dan konseling........................................                2
B.     Macam – macam bimbingan dan konseling.............................                 3
C.     Tujuan Bimbingan dan Konseling...........................................                 3
D.    Fungsi Bimbingan dan Konseling...........................................                  4
E.     Asas-asas Bimbingan dan Konseling......................................               5
BAB III. TEKNIK-TEKNIK BIMBINGAN DAN KONSELING.............................        7
A.    Pengertian Teknik-Teknik Bimbingan dan Konseling..............                7
B.     Teknik-Teknik Bimbingan dan Konseling................................                7
C.     Kode Etik Pada Bimbingan dan Konseling...............................               10
D.    Langkah-Langkah Umum Pelayanan BK di Sekolah.................              11
BAB IV.PENUTUP………………………………………………………...............                        12
A.    Kesimpulan..................................................................................             12
B.     Saran...........................................................................................              12

DAFTAR PUSTAKA            ................................................................................................            13



BAB I
PENDEHULUAN
A.Pengertian Bimbingan

            Secara etimologis kata bimbingan merupakan terjemahan dari kata “Guidance” berasal dari kata kerja “to guide” yang mempunyai arti “menunjukan, membimbing, menuntun, ataupun membantu”. Sesuai dengan istilahnya, maka secara umum bimbingan dapat diartikan sebagai suatu bantuan atau tuntunan.

Definisi bimbingan yang pertama dikemukakan dalam Year’s Book of Education 1955, yang menyatakan:
Guidance is process of helping individual through their own effort to discover and develop their potentialities both for personal happiness and social usefulness.

Bimbingan adalah suatu proses membantu individu melalui usaha sendiri untuk menentukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial.

B.Pengertian Konseling

        Istilah konseling berasal dari bahasa Inggris “to counsel” yang secara etimologis berarti “to give advice” (Homby: 1958:246) atau memberi saran dan nasihat.

        Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan dimana proses pemberian bantuan itu berlangsung melalui wawancara dalam serangkaian pertemuan langsung dan tatap muka antara guru/konselor dengan klien itu mampu memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap dirinya, mampu memecahkan masalah yang dihadapinya dan mampu mengarahakn dirinya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki ke arah perkembangan yang optimal, sehingga ia dapat mencapai kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial.














BAB II

PEMBAHASAN BIMBINGAN DAN KONSELING

A.    Hubungan bimbingan dan konseling
Di atas telah dijelaskan pengertian bimbingan dan konseling, yang sepintas terdapat dan kesamaan dan perbedaannya. Akantetapi, sesungguhnya bimbingan dan konseling merupakan dua kegiatan kerja yang saling melengkapi. Menurut Prof. bimo walgito, para ahli sepakat secara bulat, baik tentangkeamaan antara bimbingan dan konseling serta perbedaannya, maupun saling melengkapinya antara kegiatan bimbingan dan konseling.
Dengan memperhatikan uraian diatas, jelaslah bahwa counseling merupakan salah satu teknik pelayanan dalam bimbingan secara keseluruhan, yaitu dengan memberikan bantuan secara individual ( face to face relationship ) guidance counseling mempunyai hbungan yang sangat erat. Perbedaannya terletak di dalam tingkatannya. Pandangan inilah yang paling banyak dianut dan diikuti kegiatan – kegiatan praktik.
1.      Konseling merupakan salah satu metode dari bimbingan, sehingga pengertian bimbingan lebih luas daripada pengertian konseling ( penyuluhan ) oleh karena itu,konseling merupakan guidance, tetapi tidak semua guidance merupakan kegiatan konseling
2.      Dalam konseling terdapat masalah tertentu, yaitu maslah yang dihadapi oleh conselee, sedangkan guidance tidakdemikian. Guidance lebih bersifat pereventif atau pencegah, sedangkan prnyuluhan lebih bersifat kuratif atau korektif.
Lebih – lebih adanya perkembangan usaha – usaha manusia dalam bidang pendidikan, baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif, timbul pula berbagai kesukaran yang dialami oleh anak – anak dalam perkembangan atau dalam menentukan pilihan hidupnya. Misalnya :
v  Banyak diantara anak – anak dan pemuda yang mengalami kesukaran dalam cara belajar, cara menggunakan waktu senggang, cara menyesuaikan diri dengan teman sekelas, dan sebagainya
v  Banyak diantara anak – anak yang tidak tahu ke mana ia harus melanjutkan sekolahnya yang sesuai dengan bakatnya
v  Banyak diantara anak – anak keluar sekolah sebelum waktunya, pindah sekolah \, dan lain – lain hingga hal tersebut akan memboroskan waktu dan biayaya
v  Banyak diantara anak – anak yang menjadi pengangguran dan berbuat yang tidak sopan, dan masih banyak lagi kesukaran lain ( H.M. Umar dan Sartono, 1998 ; 19 )
                   Dari beberapa contoh tersebut, cukup jelas betapa pentingnya bimbingan dan    penyuluhan, terutama pada siswa sekolah lanjutan. Akan tetapi, sebenarnya tujuan bimbngan di sekolah tidak terbatas lagi siswa saja, melainkan juga bagi sekolah secara keseluruhan dan bagi masyarakat




B.     Macam – macam bimbingan dan konseling
Salah satu problem yang dihadapi siswa di sekolah adalah kesulitan belajar. Ciri yang tampak seperti nilai jelek, hasil tidak sesuai dengan usaha, sikap yang kurang baik; menentang, berdusta dan tingkah laku lain seperti membolos.
Siswa kadang tidak mengetahui bahwa ia bermasalah. Dalam keadaan seperti ini hal yang diperlukan siswa yaitu 1) bimbingan belajar. 2) bimbingan sosial dan 3) bimbingan dalam mengatasi masalah pribadi.
1.      Bimbingan belajar
 bertujuan mengatasi masalah kegiatan belajar di dalam atau luar sekolah; meliputi bimbingan cara belajar (kelompok atau individual), merencanakan waktu dan kegiatan belajar, kesulitan dalam mata pelajaran tertentu, dan hal yang berkaitan dengan cara, proses, prosedur dalam belajar.
2.      Bimbingan social
       Tujuan bimbingan sosial yang agar siswa mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan kelompok, sehingga tercipta suasana belajar mengajar yang kondusif. Menurut Abu Ahmadi bimbingan sosial dimaksudkan untuk memperoleh kelompok belajar dan bermain, persahabatan dan kelompok sosial yang sesuai dan yang akan membantu dalam menyelesaikan masalah tertentu.
3.      Bimbingan dalam mengatasi masalah pribadi
       Beberapa masalah pribadi menimbulkan konflik, misalnya antara intelektual dan emosi, bakat dan aspirasi lingkungan, antar kehendak, antar situasi. Menurut Downing, layanan bimbingan pribadi bermanfaat terutama dalam membantu menciptakan hubungan sosial yang menyenangkan, menstimulasi siswa meningkatkan partisipasi, mewujudkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, meninggalkan motivasi belajar dan menstimulasi tumbuhnya minat bakatnya.
C.     .Tujuan Bimbingan dan Konseling

            Dalam hubungan ini pelayanan bimbingan dan konseling diberikan kepada siswa “dalam rangka upaya agar siswa dapat menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”. (Prayitno. 1997:23).

           Bimbingan dalam rangka menemukan pribadi, ditujukan agar peserta didik mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut. Sebagai manusia yang normal di dalam setiap diri individu selain memiliki hal-hal yang positif tentu ada yang negatif. Pribadi yang sehat ialah apabila ia mampu menerima dirinya sebagaimana adanya dan mampu mewujudkan hal-hal positif sehubungan dengan penerimaan dirinya itu.Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan ditujukan agar peserta mengenal lingkungannya secara objektif, baik lingkungan sosial dan ekonomi, lingkungan budaya yang sangat sarat dengan nliai-nilai dan norma-norma, maupun lingkungan fisik dan menerima berbagai kondisi lingkungan itu secara positif dan dinamis pula.

           Sedangkan bimbingan dalam rangka merencanakan masa depan ditujukan agar peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengabil keputusan tentang masa depan dirinya, baik yang menyangkkut bidang pendidikan, bidnag karir, maupun bidnag budaya, keluarga dan masyarakat (Prayito, 1998: 24). Melalui perencanaan masa depan ini individu diharapkan mampu mawujudkan dirinya sendiri dengan bakat, minat, intelegensi dan kemungkinan-kemungkinan yang dimilikinya. Dan perlu pula diingat bahwa diri haruslah sejalan dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Apabila kemampuan mewujudkan diri ini benar-benar telah ada pada diri seseorang, maka akan mampu berdiri sendiri sebagai pribadi yang mandiri, bebas dan mantap

D.    Fungsi Bimbingan dan Konseling

            Bimbingan dan konseling berfungsi sebagai pemberi layanan kepada peserta didik agar  masing-masing peserta didik dapat berkembang secara optimal sehingga menjadi pribadi yang utuh dan mandiri. Oleh karena itu pelayanan bimbingan dan konseling mengembang sejumlah fungsi yang hendak dipenuhi melalui kegiatan bimbingan dan konseling. Fungsi-fungsi tersebut adalah fungsi pemahaman, fungsi pencegahan, fungsi pengentasan, fungsi pemeliharaan dan pengembangan dan fungsi advokat. Uraian berikut ini adalah menjelaskan makna masing-masing fungsi bimbingan dan konseling:

1.Fungsi pemahaman

a.Pemahaman tentang diri peserta didik sendiri
b.Pemahaman tentang linkungan peserta didik
c.Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas (termasuk di dalamnya informasi pendidikan,
informasi jabatan/pekerjaan, dan informasi sosial dan budaya/nilai-nilai), teruatam oleh peserta didik

2.Fungsi pencegahan

          Fungsi pencegahan yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul yang akan dapat mengganggu, menghambat, atau menimbulkan kesulitan, kerugian-kerugian tertentu dalam proses perkembangannya.


3.Fungsi pengentasan

            Istilah fungsi pengentasan ini dipakai sebagai pengganti istilah fungsi kuratif atau fungsi terapeutik dengan arti pengobatan atau penyembuhan.

           Melalui fungsi pengentasan ini pelayanan bimbingan dan konseling akan menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami oleh peserta didik. Pelayanan bimbingan dan konseling berusaha membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta didik, baik dalam sifatnya, jenisnya, maupun bentuknya. Pelayanan dan pendekatan yang dipakai dalam pemberian bantuan ini dapat bersifat konseling perseorangan maupun konseling kelompok.

4.Fungsi pemeliharaan dan pengambangan
Fungsi pemeliharaan dan pengembangan adalah fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terpeliharanya dan terkembangkannya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara terarah, mantap dan berkelanjutan. Dalam fungsi ini hal-hal yang dipandang sudah bersifat positif dijaga agar tetap baik dan dimantapkan. Dengan demikian dapat diharapkan peserta didik dapat mencapai perkembangan kepribadian secara optimal.

5.Fungsi advokasi
Fungsi advokasi yaitu bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan teradvokasi atau pembelaan terhadap peserta didik dalam rangka upata pengembangan seluruh potensi secara optimal. Fungsi-fungsi tersebut diwujudkan melalui diselenggarakannya berbagai jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling untuk mencapai hsil sebagaimana yang terkandung di dalam masing-masing fungsi tersebut. Setiap pelayanan kegiatan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan harus secara langsung mengacu satu atau lebih fungsi-fungsi tersebut agar hasil-hasil yang hendak dicapainya jelas dapat diidentifikasi dan dievaluasi.Secara keseluruhan, jika semua fungsi-fungsi itu telah terlaksnaa dengan baik, dapatlah bahwa peserta didik akan mampu berkembangan secara wajar dan mantap menuju aktualitasi diri secara optimal pula. Keterpaduan semua fungsi tersebut akan sangat membantu perkembangan peserta didik secara terpadu pula.
E.      Asas-asas Bimbingan dan Konseling
Asas adalah segala hal yang harus dipenuhi dalam melaksanakan suatu kegiatan. Menurut Prayitno ada beberapa asas yang harus diperhatikan:
1. Asas kerahasiaan
    Asas ini merupakan asas kunci, karena klien mampu mengungkap masalahnya pada orang yang dipercaya klien. Dengan adanya keterbukan masalah akan dapat diselesaikan dengan baik.
2. Asas keterbukaan
   Asas ini didasarkan atas asas kerahasiaan. Klien dan konselor perlu suasana keterbukaan untuk mengungkapkan perasaan, pemikiran dan keinginan yang berkaitan dengan permasalahan yang ingin diselesaikan.
3. Asas kesukarelaan
   Asas ini lebih terkait dengan pribadi konselor. Konselor perlu memiliki sikap sukarela dalam membantu menyelesaikan permasalahan klien. Dengan sikap sukarela dari konselor klien akan dengan sukarela pula menceritakan dan mencari solusi atas permasalahannya.
4. Asas kekinian
    Fokus pemecahan permasalahan klien adalah pada masa saat ini. Apa yang saat ini dirasakan dan menjadi permasalahan klien adalah hal yang perlu diselesaikan dalam pertemuan konseling.
5. Asas kegiatan
    Konseling dapat berlangsung baik apabila klien mau melaksanakan tugas yang diberikan. Konselor hendaknya mampu memotivasi klien melakukan kegiatan yang disarankan dalam sesi konseling demi tujuan penyelesaian masalah klien.
6. Asas kedinamisan
    Dinamis merupakan perubahan menuju pada kemajuan yang terjadi pada klien. Konselor hrus memberikan layanan yang sesuai dengan sifat keunikan tiap individu demi perubahan ke arah perkembangan pribadi yang lebih baik.
7. Asas keterpaduan
    Dalam pemberian layanan, konselor perlu memperhatikan aspek kepribadian klien yang diarahkan untuk mencapai keharmonisan dan keterpaduan. Keterpaduan ini berkaitan dengan aspek klien maupun mengenai keterpaduan isi dan proses layanan.
8. Asas kenormatifan
    Usaha layanan tidak boleh bertentangan dengan norma yang berlalu sehingga tidak terjadi penolakan dari pihak yang dibimbing. Asas ini berkaitan dengan proses dan saran atau keputusan yang dibahas dalam konseling.
9. Asas keahlian
    Proses konseling harus dilakukan dengan profesional dan oleh orang yang profesional yang menntut ketrampilan khusus dan terlatih untuk melakukan konseling.
10. Asas alih tangan
     Asas ini bertujuan agar tidak terjadi pemberian layanan yang tidak tepat. Bila permasalahan klien perlu penanganan dari ahli yang lain maka pengalihtanganan kepada pihak yang lebih ahli perlu dilaksanakan.
11. Asas tut wuri handayani
    Makna layanan bimbingan dan konseling tidak hanya berkaitan dengan permasalahan saat tertentu melainkan makna tersebut tetap dirasakan oleh klien pada masa yang akan datang.

BAB III
TEKNIK-TEKNIK BIMBINGAN DAN KONSELING
A. Pengertian Teknik-Teknik Bimbingan dan Konseling
Teknik adalah cara, langkah atau metode yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Bimbingan ialah mengarahkan, memandu, mengelola, dan menyetir.[1] Bimbingan juga dapat diartikan sebagai bantuan atau pertolongan.
Konseling adalah hubungan tatap muka yang bersifat rahasia, penuh dengan sikap penerimaan dan pemberian kesempatan dari konselor kepada klien. Pendapat lain mengatakan bahwa konseling adalah upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif prilakunya.[2]
Jadi, teknik Bimbingan dan Konseling adalah cara atau metode yang dilakukan untuk membantu, mengarahkan atau memandu seseorang atau sekelompok orang agar menyadari dan mengembangkan potensi-potensi dirinya, serta mampu mengambil sebuah keputusan dan menentukan tujuan hidupnya dengan cara berinteraksi atau bertatap muka.
B. Teknik-Teknik Bimbingan dan Konseling
Pada umumnya teknik-teknik yang dipergunakan dalam bimbingan mengambil dua pendekatan, yaitu pendekatan secara kelompok (group guidance) dan pendekatan secara individual (Individual Guidance Counseling).
1. Bimbingan Kelompok (Group Guidance)
Tehnik ini dipergunakan dalam membantu murid atau sekelompok murid memecahkan masalah-masalah dengan melalui kegiatan kelompok, yaitu yang dirasakan bersama oleh kelompok atau bersifat individual yaitu dirasakan oleh individu sebagai anggota kelompok.[3]
Tehnik ini membawa keuntungan pada diri murid,[4] diantaranya;
· Menghemat waktu dan tenaga.
· Menciptakan kesempatan bagi semua siswa untuk berinteraksi dengan konselor, yang memungkinkan siswa lebih berkeinginan membicarakan perencaan masa depan atau masalah pribadi-social.
· Menyadarkan siswa bahwa kenyataan yang sama juga dihadapi oleh teman-temannya, sehingga mereka terdorong untuk berusaha mengahadapi kenyataan itu bersama-sama dan saling mendiskusikannya.
Ada beberapa teknik dalam bimbingan kelompok, seperti:
a. Home room programe
Yaitu suatu program kegiatan yang dilakukan dengan tujuan agar guru dapat mengenal murid-muridnya lebih baik, sehingga dapat membantunya secara efisien. Kegiatan ini dilakukan dalam kelas dalam bentuk pertemuan antara guru dengan murid diluar jam-jam pelajaran untuk membicarakan beberapa hal yang dianggap perlu.
Dalam program home room ini hendaknya diciptakan suatu situasi yang bebas dan menyenangkan,sehingga murid-murid dapat mengutarakan perasaannya seperti dirumah.
b. Karyawisata/ field trip
Kegiatan rekreasi yang dikemas denga metode mengajar untuk bimbingan kelompok dengan tujuan siswa dapat memperoleh penyesuaian dalam kelompok untuk dapat kerjasama dan penuh tanggungjawab.
c. Diskusi kelompok
Diskusi kelompok merupakan suatu cara dimana murid-murid akanmendapat kesempatan untuk memecahkan masalah bersama-sama. Setiap murid dapat menyumbangkan pikiran masing-masing dalam memecahkan suatu masalah. Dalam diskusi itu dapat tertanam pula rasa tanggungjawab dan harga diri.
Masalah yang mungkin dapat diduskusikan antara lain:
v Pembagian kerja dalam suatu kegiatan kelompok.
v Perencanaan suatu kegiatan.
v Masalah-masalah pekerjaan.
v Masalah belajar.
v Masalah penggunaan waktu senggang.
v Masalah persahabatan, keluarga dsb.
d. Kegiatan kelompok
Kegiatan kelompok merupakan tehnik yang baik dalam bimbingan, karena kelompok memberikan kesempatan kepada individu untuk berpatisipasi dengan sebaik-baiknya. Banyak kegiatan tertentu yang lebih berhasil jika dilakukan dalam kelompok. Untuk mengembangkan bakat-bakat dan menyalurkan dorongan-dorongan. Juga dapat menembangkan tanggungjawab. Tehnik sosiometri dapat banyak menolong dalam pembentukan kelompok.
e. Organisasi murid
Keorganisasian baik dalam lingkungan pendidikan maupun dilingkungan masyarakat. Melalui organisasi ini banyak masalah individual maupun kelompok dapa diseleseikan. Dalam organisasi murid mendapat kesempatan untuk belajar mengenal berbagai aspek kehdupan social. Mengaktipkan murid dalam mengembangkan bakat kepemimpinan disamping memupuk rasa tanggungjawab dan harga diri.
f. Sosiodrama[5]
Sosiodrama dipergunakan sebagai suatu tehnik didalam memecahkan masalah-masalah social dengan melalui kegiatan bermain peranan. Di dalam sosiodrama ini individu akan memerankan suatu peranan tertentu dari suatu masalah social.
g. Psikodrama
Psikodrama adalah tehnik untuk memecahkan masalah-masalah psychis yang dialami oleh individu. Dengan memerankan suatu peranan tertentu, konflik atau ketegangan yang ada dalam dirinya dapat dikurangi atau dihindari. Kepada sekelompok murid dikemukakan suatu cerita yang didalamnya tergambarkan adanya ketegangan psyshis yang dialami individu.[6]
h. Remedial teaching
Bentuk penambahan pelajaran, pengulangan kembali, latihan-latihan, penekanan aspek-aspek tertentu.Hal ini tergantung dari jenis dan tingkat kesulitan belajar yang dialami siswa.
2. Individual Guidance Counseling (Bimbingan Konseling Individu)
Bimbingan konseling individu yaitu bimbingan konseling yang memungkinkan klien mendapat layanan langsung tatap muka dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan yang sifatnya pribadi yang dideritannya.[7]
Dalam konseling ini hendaknya konselor bersikap penuh simpati dan empati. Simpati artinya menunjukkan adanya sikap turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh klien. Dan empati artinya berusaha menempatkann diri dalam situasi diri klien denagn segala masalah-masalah yang dihadapinya. Denagn sikap ini klien akan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada konselor. Dan ini sangat membantu keberhasilan konseling.



Masalah-masalah yang mungkin dapat di diskusikan:
a. Masalah-maslah yang sifatnya pribadi.
b. Dilakukan dengan face to Face relationship.
c. Metode wawancara antara konselor dab kasus.
d. Konselor harus bersikap penuh simpati dan empati.
C. Kode Etik Pada Bimbingan dan Konseling
Kode etik yaitu ketentuan atau peraturan yang harus ditaati oleh siapa saja yang berkecimpung dalam bidang bimbingan dan penyuluhan demi untuk kebaikan. Dengan adanya kode etik dalam bimbingan dan penyuluhan dimaksudkan agar bimbingan dan penyuluhan tetap dalam keadaan baik dan justru diharapkan semakin baik.Kode etik ini mengandung ketentuan-ketentuan yang tidak boleh dilanggar atau diabaikan tanpa membawa akibat yang tidak menyenangkan.
Dibawah ini ada beberapa kode etik dalam bimbingan dan konselling:
1. Pembimbing atau pejabat lain yang memegang jabatan dalam bidang bimbingan dan konseling harus memegang teguh prinsip-prinsip bimbingan dan penyuluhan.
2. Pembimbing harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai hasil sebaik-baiknya, dengan membatasi diri pada keahliannya atau wewenangnya. Karena itu pembimbing jangan sampai mencampuri weenang serta tanggung jaawabnya.
3. Oleh karena pekerjaan pembimbing langsung dengan kehidupan pribadi orang, maka seorang pembimbing harus:
a. Dapat memegang atau menyimpan rahasia klien dengan sebaik-baiknya.
b. Menunjukkan sikap hormat kepada klien.
c. Menghargai sama terhadap bermacam-macam klien.
4. Pembimbing tidak diperkenankan:
a. Menggunakan tenaga-tenaga ahli yang tidak terdidik dan terlatih.
b. Menggunakan alat-alat yang kurang dapat dipertanggungjawabkan.
c. Mengambil tindakan-tindakan yang mungkin menimbulkan hal-hal yang tidak baik bagi klien.
d. Mengalihkan klien kepada konselor lain, tanpa persetujuan klien.
5. Meminta bantuan kepada ahli dalam bidang lain diluar kemampuan atau diluar keahliannya.
6. Pemmbimbing haruslah menyadari akan tanggungjawabnya yang berat yang memerlukan pengabdian sepenuhnya.
D. Langkah-Langkah Umum Pelayanan BK di Sekolah
1. Tahap Perencanaan
a. Merumuskan topik, materi atau masalah yang akan dibahas.
b. Merumuskan jenis layanan atau kegiatan pendukung: sasaran layanan, metode, waktu, penyelenggara dan pihak-pihak yang dilibatkan.
c. Merumuskan pokok-pokok materi dan prosedur pelaksanaan, cara evaluasi.
2. Tahap Pelaksanaan
a. Identifikasi kasus.
b. Identifikasi masalah.
c. Analisis masalah (diagnosis).
d. Estimasi dan identifikasi alternatif pemecahan (prognosis).
e. Tindakan pemecahan masalah (treatment, theraphy).
f. Evaluasi hasil pemecahan maslah dan tindakan lanjutan (follow up).
3. Tahap Evaluasi
a. Menilai keberhasilan pelaksanaan kegiatan, baik dari segi proses maupun hasil.
b. Keberhasilan proses dapat dilihat dari antusiasme dan keterlibatan siswa dalam mengikuti kegiatan.
c. Keberhasilan dari hasil dapat dilihat dari ada tidaknya perubahan prilaku siswa sebelum mengikuti dan setelah mengikuti kegiatan.
4. Tahap Analisa
Menganalisis factor-faktor yang diperkirakan menjadi penyebab berhasil atau tidaknya suatu kegiatan dilaksanakan.
5. Tahap Tindak Lanjut
Hasil-hasil analisi ditindaklanjuti untuk mengatasi berbagai kelemahan dan mengembangkan berbagai keberhasilan dari pelaksanaan kegiatan, yang dituangkan dalam rekomendasi yang selanjutnya menjadi landasan dalam membuat perencanaan kegiatan BK.


BAB IV
PENUTUP

A.Kesimpulan
        Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling ditujukan untuk membimbing dan mengarahkan individu melalui usahanya sendiri untuk menentukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi serta bertujuan agar individu dapat mengembangkan dirinya secara optimal/sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

B.Saran
       Suatu kemampuan dapat berkembang secara optimal apabila mendapat bimbingan dan   konseling yang terarah.



DAFTAR PUSTAKA
Prayitno& Amti Erman. 1999. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling.PT. Rineka Cipta Jakarta
Nurihsan, A. Juntika. 2007. Bimbingan & Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: Refika Aditama.
Yusuf, Syamsu dan A. Juntika Nurihsan. 2008. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Remaja Rosdakarya.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar